Strategi Komunikasi
Sebelum membahas lebih jauh tentang strategi komunikasi, dalam tulisan ini akan diuraikan terlebih dahulu tentang makna strategi. Menurut Onong Uchyana (2004 : 29) strategi pada hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Namun untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, tetapi harus menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya.
Definisi lain menjelaskan bahwa strategi adalah jalan-jalan utama yang terpilih untuk menjamin tercapainya tujuan secara efektif dan efisien (Santoso : 2005). Dalam kamus induk istilah ilmiah (2003 :740) dijelaskan bahwa strategi adalah taktik, kiat, cara-cara yang baik dan menguntungkan dalam suatu tindakan. Uraian lain menjelaskan strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus (KBBI : 1996 : 964).
Adapun strategi komunikasi menurut Onong merupakan paduan dari perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen komunikasi (communication manajement) untuk mencapai suatu tujuan (goal). Untuk mencapai tujuan tersebut strategi komunikasi harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus dilakukan dalam arti kata bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda-beda sewaktu-waktu, bergantung pada situasi dan kondisi.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan bahwa strategi komunikasi adalah suatu cara yang dikerjakan demi kelancaran suatu komunikasi. Dalam istilah lain strategi komunikasi adalah metode atau langkah-langkah yang diambil untuk keberhasilan proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah sikap, pendapat dan perilaku, baik secara langsung secara lisan maupun tidak langsung melalui media (Onong Uchiana, 2002 : 5)
Sebagian besar fakar komunikasi yang ada di berbagai negara berkembang memberikan perhatian besar terhadap strategi komunikasi (communication strategy), karena dengan memiliki strategi komunikasi yang tepat akan membantu proses pembangunan nasional di negara masing-masing secara efektif dan efesien.
Sebagian besar fakar komunikasi yang ada di berbagai negara berkembang memberikan perhatian besar terhadap strategi komunikasi (communication strategy), karena dengan memiliki strategi komunikasi yang tepat akan membantu proses pembangunan nasional di negara masing-masing secara efektif dan efesien.
Aktivitas komunikasi antara pemerintah dan masyarakat di negara yang sedang berkembang khususnya dalam proses komunikasi massa dibutuhkan strategi komunikasi yang tepat. Dan media massa merupakan sarana komunikasi massa yang efektif karenanya dibutuhkan strategi komunikasi yang baik meliputi komunikator (pemilik media massa), pesan (isi media), komunikan (khalayak masyarakat). Ketiga komponen ini harus dikelola dengan baik sesuai dengan situasi dan kondisi kebutuhan masyarakat di masing-masing Negara berkembang tersebut.
Dalam hal ini masih menurut Onong strategi komunikasi baik secara makro (planned multimedia strategy) maupun secara mikro (single communication medium strategy) memiliki fungsi ganda ;
Pertama menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasive, dan instruktif secara sistematis kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. Kedua, menjembatani “kesenjangan budaya” (cultural gap) akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media massa yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai-nilai budaya.
Pertama menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasive, dan instruktif secara sistematis kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. Kedua, menjembatani “kesenjangan budaya” (cultural gap) akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media massa yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai-nilai budaya.
Demikian beberapa uraian tentang urgensinya strategi komunikasi khususnya dalam proses komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Namun dalam kajian ini strategi komunikasi akan dijadikan suatu pijakan dalam mengelola proses interaksi yang terjadi dalam suatu organisasi agar efektif dan efesien dalam mencapai tujuan didirikannya.
Melihat pentingnya strategi komunikasi dalam proses pengembangan organisasi agar bisa mewujudkan tujuan organisasi secara efektif maka pembahasan tentang strategi komunikasi dalam kajian ini menjadi sangat menentukan efektifitas pengembangan organisasi apapun bentuknya.Strategi Komunikasi
Sebelum membahas lebih jauh tentang strategi komunikasi, dalam tulisan ini akan diuraikan terlebih dahulu tentang makna strategi. Menurut Onong Uchyana (2004 : 29) strategi pada hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Namun untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, tetapi harus menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya.
Definisi lain menjelaskan bahwa strategi adalah jalan-jalan utama yang terpilih untuk menjamin tercapainya tujuan secara efektif dan efisien (Santoso : 2005). Dalam kamus induk istilah ilmiah (2003 :740) dijelaskan bahwa strategi adalah taktik, kiat, cara-cara yang baik dan menguntungkan dalam suatu tindakan. Uraian lain menjelaskan strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus (KBBI : 1996 : 964).
Adapun strategi komunikasi menurut Onong merupakan paduan dari perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen komunikasi (communication manajement) untuk mencapai suatu tujuan (goal). Untuk mencapai tujuan tersebut strategi komunikasi harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus dilakukan dalam arti kata bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda-beda sewaktu-waktu, bergantung pada situasi dan kondisi.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan bahwa strategi komunikasi adalah suatu cara yang dikerjakan demi kelancaran suatu komunikasi. Dalam istilah lain strategi komunikasi adalah metode atau langkah-langkah yang diambil untuk keberhasilan proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah sikap, pendapat dan perilaku, baik secara langsung secara lisan maupun tidak langsung melalui media (Onong Uchiana, 2002 : 5)
Sebagian besar fakar komunikasi yang ada di berbagai negara berkembang memberikan perhatian besar terhadap strategi komunikasi (communication strategy), karena dengan memiliki strategi komunikasi yang tepat akan membantu proses pembangunan nasional di negara masing-masing secara efektif dan efesien.
Sebagian besar fakar komunikasi yang ada di berbagai negara berkembang memberikan perhatian besar terhadap strategi komunikasi (communication strategy), karena dengan memiliki strategi komunikasi yang tepat akan membantu proses pembangunan nasional di negara masing-masing secara efektif dan efesien.
Aktivitas komunikasi antara pemerintah dan masyarakat di negara yang sedang berkembang khususnya dalam proses komunikasi massa dibutuhkan strategi komunikasi yang tepat. Dan media massa merupakan sarana komunikasi massa yang efektif karenanya dibutuhkan strategi komunikasi yang baik meliputi komunikator (pemilik media massa), pesan (isi media), komunikan (khalayak masyarakat). Ketiga komponen ini harus dikelola dengan baik sesuai dengan situasi dan kondisi kebutuhan masyarakat di masing-masing Negara berkembang tersebut.
Dalam hal ini masih menurut Onong strategi komunikasi baik secara makro (planned multimedia strategy) maupun secara mikro (single communication medium strategy) memiliki fungsi ganda ;
Pertama menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasive, dan instruktif secara sistematis kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. Kedua, menjembatani “kesenjangan budaya” (cultural gap) akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media massa yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai-nilai budaya.
Pertama menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasive, dan instruktif secara sistematis kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. Kedua, menjembatani “kesenjangan budaya” (cultural gap) akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media massa yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai-nilai budaya.
Demikian beberapa uraian tentang urgensinya strategi komunikasi khususnya dalam proses komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Namun dalam kajian ini strategi komunikasi akan dijadikan suatu pijakan dalam mengelola proses interaksi yang terjadi dalam suatu organisasi agar efektif dan efesien dalam mencapai tujuan didirikannya.
Melihat pentingnya strategi komunikasi dalam proses pengembangan organisasi agar bisa mewujudkan tujuan organisasi secara efektif maka pembahasan tentang strategi komunikasi dalam kajian ini menjadi sangat menentukan efektifitas pengembangan organisasi apapun bentuknya.Strategi Komunikasi
Sebelum membahas lebih jauh tentang strategi komunikasi, dalam tulisan ini akan diuraikan terlebih dahulu tentang makna strategi. Menurut Onong Uchyana (2004 : 29) strategi pada hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Namun untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, tetapi harus menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya.
Definisi lain menjelaskan bahwa strategi adalah jalan-jalan utama yang terpilih untuk menjamin tercapainya tujuan secara efektif dan efisien (Santoso : 2005). Dalam kamus induk istilah ilmiah (2003 :740) dijelaskan bahwa strategi adalah taktik, kiat, cara-cara yang baik dan menguntungkan dalam suatu tindakan. Uraian lain menjelaskan strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus (KBBI : 1996 : 964).
Adapun strategi komunikasi menurut Onong merupakan paduan dari perencanaan komunikasi (communication planning) dan manajemen komunikasi (communication manajement) untuk mencapai suatu tujuan (goal). Untuk mencapai tujuan tersebut strategi komunikasi harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus dilakukan dalam arti kata bahwa pendekatan (approach) bisa berbeda-beda sewaktu-waktu, bergantung pada situasi dan kondisi.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan bahwa strategi komunikasi adalah suatu cara yang dikerjakan demi kelancaran suatu komunikasi. Dalam istilah lain strategi komunikasi adalah metode atau langkah-langkah yang diambil untuk keberhasilan proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah sikap, pendapat dan perilaku, baik secara langsung secara lisan maupun tidak langsung melalui media (Onong Uchiana, 2002 : 5)
Sebagian besar fakar komunikasi yang ada di berbagai negara berkembang memberikan perhatian besar terhadap strategi komunikasi (communication strategy), karena dengan memiliki strategi komunikasi yang tepat akan membantu proses pembangunan nasional di negara masing-masing secara efektif dan efesien.
Sebagian besar fakar komunikasi yang ada di berbagai negara berkembang memberikan perhatian besar terhadap strategi komunikasi (communication strategy), karena dengan memiliki strategi komunikasi yang tepat akan membantu proses pembangunan nasional di negara masing-masing secara efektif dan efesien.
Aktivitas komunikasi antara pemerintah dan masyarakat di negara yang sedang berkembang khususnya dalam proses komunikasi massa dibutuhkan strategi komunikasi yang tepat. Dan media massa merupakan sarana komunikasi massa yang efektif karenanya dibutuhkan strategi komunikasi yang baik meliputi komunikator (pemilik media massa), pesan (isi media), komunikan (khalayak masyarakat). Ketiga komponen ini harus dikelola dengan baik sesuai dengan situasi dan kondisi kebutuhan masyarakat di masing-masing Negara berkembang tersebut.
Dalam hal ini masih menurut Onong strategi komunikasi baik secara makro (planned multimedia strategy) maupun secara mikro (single communication medium strategy) memiliki fungsi ganda ;
Pertama menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasive, dan instruktif secara sistematis kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. Kedua, menjembatani “kesenjangan budaya” (cultural gap) akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media massa yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai-nilai budaya.
Pertama menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasive, dan instruktif secara sistematis kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. Kedua, menjembatani “kesenjangan budaya” (cultural gap) akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkannya media massa yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai-nilai budaya.
Demikian beberapa uraian tentang urgensinya strategi komunikasi khususnya dalam proses komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Namun dalam kajian ini strategi komunikasi akan dijadikan suatu pijakan dalam mengelola proses interaksi yang terjadi dalam suatu organisasi agar efektif dan efesien dalam mencapai tujuan didirikannya.
Melihat pentingnya strategi komunikasi dalam proses pengembangan organisasi agar bisa mewujudkan tujuan organisasi secara efektif maka pembahasan tentang strategi komunikasi dalam kajian ini menjadi sangat menentukan efektifitas pengembangan organisasi apapun bentuknya.
0 komentar:
Posting Komentar